PENGERTIAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara
harfiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa arab media
adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses
belajar mengajar. Segala sesuatu yang dipergunakan untuk merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajar sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar. Media pembelajaran juga diartikan sebagai
segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajar sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran
adalah sarana fisik untuk menyampaikan atau isi materi pembelajaran seperti:
buku, film, video dan sebagainya.
Pengertian media pembelajaran adalah segala alat
pengajaran yang digunakan untuk membentu menyampaikan materi pelajaran dalam
proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang
sudah dirumuskan. Untuk itu, guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang
media pembelajaran, yamg meliputi : (Hamalik, 1994:4)
-
Media
sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
-
Fungsi
media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
-
Nilai
atau mamfaat media pendidikan dalam pengajaran.
-
Pemilihan
dan penggunaan media pendidikan.
-
Media
pendidikan dalam setiapp mata pelajaran.
-
Usaha
inovasi dala media pendidikan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media adalah
bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya
tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada
khususnya.
Pengembangan media pembelajaran adalah serangkaian
proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran
berdasarkan teori pengembangan yang telah ada. Media yang dimaksud adalah media
pembelajaran sehingga teori pengembangan yang digunakan adalah teori pengembangan
pembelajaran. Selain media, dalam suatu proses belajar mengajar guru juga di
tuntut untuk menggunakan RPP yang merupakan suatu acuan rencana kegiatan yang
akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Alat penilaian juga perlu untuk
melihat sejauh mana pencapaian tujuan oleh siswa. Dengan demikian, pengembangan
media pembelajaran juga dilengkapi dengan RPP dan tes hasil belajar
sebagai syarat dalam suatu proses pembelajaran.
1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan
bahwa: “perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses
dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar
siswa dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban
menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis siswa (Eka, 2009).
RPP yaitu panduan langkah-langkah yang akan
dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario
kegiatan. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik
di kelas, laboratorium, dan atau lapangan untuk setiap kompetensi dasar.
Skenario kegiatan pembelajaran dikembangkan dari rumusan tujuan pembelajaran
yang mengacu dari indikator untuk mencapai hasil belajar sesuai kurikulum
yang berlaku. Langkah-langkah pembelajaran (sintaks) yang dikembangkan
difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, yaitu untuk memenuhi
ketuntasan pembelajaran melalui pencapaian indikator hasil pembelajaran sesuai
kurikulum. Komponen-komponen penting yang ada dalam RPP
meliputi: standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator
pencapaian hasil belajar, strategi pembelajaran, alat dan bahan,
langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan evaluasi (Trianto, 2010).
2. Media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah
bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian
media sangat luas, namun dalam tulisan ini
dibatasi pada media pendidikan yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran yang terencana. Media pembelajaran tidak hanya meliputi media elektronik yang kompleks, tetapi juga bentuk sederhana seperti slide, foto, diagram buatan guru, objek nyata dan kunjungan ke luar kelas (Sigit, 2008). Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata. Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti bagi siswa (Sumiati, 2008).
dibatasi pada media pendidikan yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran yang terencana. Media pembelajaran tidak hanya meliputi media elektronik yang kompleks, tetapi juga bentuk sederhana seperti slide, foto, diagram buatan guru, objek nyata dan kunjungan ke luar kelas (Sigit, 2008). Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Bentuk-bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata. Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti bagi siswa (Sumiati, 2008).
Media pembelajaran merupakan bagian integral
dalam sistem pembelajaran. Banyak macam media pembelajaran dapat digunakan.
Penggunaan media pembelajaran harus didasarkan pada pemilihan yang tepat.
Sehingga dapat memperbesar arti dan fungsi dalam menunjang efektivitas dan
efisiensi proses pembelajaran. Media pembelajaran diharapkan dapat memberikan
manfaat, antara lain (Sumiati, 2008):
1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis;
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra;
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar;
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya;
5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis;
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra;
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar;
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya;
5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
Media pembelajaran yang beraneka ragam dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai
faktor. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih media pembelajaran
antara lain:
1. Jenis kemampuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan;
2. Kegunaan dari berbagai jenis media pembelajaran itu sendiri;
3. Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media pembelajaran;
4. Fleksibilitas, tahan lama, dan kenyamanan media pembelajaran.
1. Jenis kemampuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan;
2. Kegunaan dari berbagai jenis media pembelajaran itu sendiri;
3. Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media pembelajaran;
4. Fleksibilitas, tahan lama, dan kenyamanan media pembelajaran.
FUNGSI
DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau
mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu harus
diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya antara lain:
1.
Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian
integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang
berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya
dimanfaatkan sewaktu-waktu.
2.
Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang
digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses
belajar-mengajar.
3.
Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu
media pengajaran yang digunakan.
4.
Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu
media pengajaran.
5.
Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis
bukan sembarang mengunakannya.
6.
Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam
media, maka guru dapat memanfaatkan multi media yang menguntungkan dan
memperlancar proses belajar-mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam
belajar.
Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan media
pengajaran dalam PBM, yakni:
1.
Media pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.
Media pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat
atau didengar.
3.
Media pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
4.
Media pengajaran juga harus sesuai denga kondisi individu siswa.
5.
Media pengajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam
proses pembelajaran siswa.
Penggunaan media pengajaran seharusnya mempertimbangkan beberapa
hal berikut ini:
1.
Guru harus berusaha dapat memperagakan atau merupakan model dari
suatu pesan (isi pelajaran) disampaikan.
2.
Jika objek yang akan diperagakan tidak mungkin dibawa ke dalam
kelas, maka kelaslah yang diajak ke lokasi objek tersebut.
3.
Jika kelas tidak memungkinkan dibawa ke lokasi objek tersebut,
usahakan model atau tiruannya.
4.
Bilamana model atau maket juga tidak didapatkan, usahakan gambar
atau foto-foto dari objek yang berkenaan dengan materi (pesan) pelajaran
tersebut.
5.
Jika gambar atau foto juga tidak didapatkan, maka guru berusaha
membuat sendiri media sederhana yang dapat menarik perhatian belajar siswa.
6.
Bilamana media sederhana tidak dapat dibuat oleh guru, gunakan
papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersebut melalui gambar sederhana
dengan garis lingkaran.
FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Istilah media
mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio
visual aids (alat bantu pandang/dengar). Selanjutnya disebut instructional
materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan dalam
dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media pendidikan atau
media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning.
Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik”. Artinya media pembelajaran
berupa alat elektronik, meliputi CD Multimedia Interaktif sebagai bahan ajar
offline dan Web sebagai bahan ajar online.[2]
Levie & Lents (1982) mengemukakan empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
-
Fungsi atensi,
-
Fungsi afektif,
-
Fungsi kognitif,
-
Fungsi kompensatoris.
-
Fungsi Atensi
1.
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan
mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang
berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi
pelajaran. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi
pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak
disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar
khususnya gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan
dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima.
Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran
semakin besar.
2.
Fungsi Afektif Media visual dapat terlihat dari tingkat
kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau
lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang
menyangkut masalah social atau ras.
3.
Fungsi Kognitif, Fungsi kognitif media
visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang
visual atau gambar memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.
Fungsi Kompensatoris, Fungsi kompensatoris
media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang
memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca
untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan
kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa
yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan
teks atau disajikan secara verbal.
Media pembelajaran, menurut Kemp & Dayton (1985:28), dapat
memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan,
kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu :
1.
Memotivasi minat atau tindakan,
2.
Menyajikan informasi,
3.
Memberi instruksi.
Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat
direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah
melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak
(turut memikul tanggung jawab, melayani secara sukarela, atau memberikan
subangan material). Pencapaian tujuan ini akan memperngaruhi sikap, nilai, dan
emosi.
Untuk tujuan informasi, media pembelajaran
dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan sekelompok siswa.
Isi dan bentuk penyajian bersifat amat umum, berfungsi sebagai pengantar,
ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat pula
berbentuk hiburan, drama, atau teknik motivasi. Ketika mendengar atau menonton
bahan informasi, para siswa bersifat pasif. Partisipasi yang diharapkan dari
siswa hanya terbatas pada persetujuan atau ketidaksetujuan mereka secara
mental, atau terbatas pada perasaan tidak/kurang senang, netral, atau senang.
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana
informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak
atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran
dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis
dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang
efektif. Di samping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan
pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorang siswa.
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai
berikut:
1.
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat
verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
2.
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti
misalnya:
- Objek yang terlalu besar, bisa digantikan
dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model;
- Objek yang kecil-dibantu dengan
proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;
- Gerak yang terlalu lambat atau terlalu
cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography;
- Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa
lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun
secara verbal;
- Objek yang terlalu kompleks (misalnya
mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
- Konsep yang terlalu luas (gunung berapi,
gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat di visualkan dalam bentuk film, film
bingkai, gambar, dan lain-lain.
- Penggunaan media pendidikan secara tepat dan
bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media
pendidikan berguna untuk:
ü Menimbulkan kegairahan
belajar;
ü Memungkinkan interaksi
yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan;
ü Memungkinkan anak
didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
Dale (1969:180) mengemukakan bahwa bahan-bahan
audio-visual dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam
proses pembelajaran. Hubungan guru-siswa tetap merupakan elemen paling penting
dalam system pendidikan modern saat ini. Guru harus selalu hadir untuk
menyajikan materi pelajaran dengan bantuan media apa saja agar manfaat berikut
ini dapat terealisasi:
ü
Meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas;
ü
Membuahkan perubahan signifikan tingkah lalu siswa;
ü
Menunjukkan hubungan antar mata pelajaran dan kebutuhan dan
minta siswa dengan meningkatnya motivasi belajar siswa;
ü
Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa;
ü
Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan
siswa;
ü
Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan
jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan
meningkatnya hasil belajar;
ü
Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu siswa
menemukan seberapa banyak telah mereka pelajar;
ü
Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu
konsep-konsep yang berkala dapat kembangkan;
ü
Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan
pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat;
ü
Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa
butuhkan jika mereka membangun struktur konsep dan system gagasan yang
bermakna.
Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:
ü Pembelajaran akan
lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
ü Bahan pembelajaran
akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan
memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
ü Metode mengajar akan
lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan
kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan
tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran;
ü Siswa dapat lebih
banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru,
tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan,
memerankan, dan lain-lain.
Komentar
Posting Komentar